"status " dari seorang Ibu
Tulis seorang ibu dalam status jejaring sosialnya," Hidup ini penuh rintangan barang siapa melaluinya dengan sabar akan mendapatkan hasil yang berlimpah " , mungkin itu sebuah idiom yang cukup punya meaning dari berjuta yang ada di dunia ini. Seorang ibu dari sebuah keluarga yang sangat ku kenal ini, seorang ibu seperti pada umumnya. Suami, anak-anak, dan keluarga sederhana yang kaya cinta. Yang ku kenal beliau belum cukup "canggih" untuk sekedar mengupdate sebuah status berisi kata-kata yang mungkin ditujukan untuk anak-anaknya atau mungkin untuk dirinya sendiri bahkan untuk sang suami tercinta. Entah apa yang terjadi saat itu, ketika status itu tiba-tiba terpampang di urutan postingannya.
Malam itu
Walau benih ragumu masih selimuti bilik hatimu
Tak pernah ku sesali mencintaimu seperseribu detikpun
Suara lirihku mungkin kelam terhalang bising jalanan kota
Namun cintaku tak akan surut terkikis erosi putaran waktu
Aku mencintaimu ikhlas.
Tak pernah ku sesali mencintaimu seperseribu detikpun
Suara lirihku mungkin kelam terhalang bising jalanan kota
Namun cintaku tak akan surut terkikis erosi putaran waktu
Aku mencintaimu ikhlas.
Few words about Jama' and Qashar
Tadi sore, sepulang saya dari sebuah kota, saya belum melaksanakan kewajiban saya sebagai muslimah. Sewaktu kumandang adzan dzuhur terdengar, saya sedang berada dalam suatu acara. Namun ketika waktu akan pulang, saya sedang di perjalanan dan terdengarlah suara adzan ashar. Saya selalu kebingungan untuk case yang satu ini.Hal ini selalu berulang, tapi untungnya waktu kemarin saya di bepergian ke kota yang agak jauh, ada beberapa teman saya yang memberi ilmu cukup bermanfaat. Saya mencoba menjama' dan mengqashar sholat. Namun karena pengetahuan saya yang kata orang jawa terlalu "cethek" untuk hal ini, jadi ketika saya membuka laptop , saya buru-buru menjelajah dunia dan mencari bagaimana cara yang benar melakukan sholat seperti itu. Karena mungkin juga tuntutan usia yang segera menginjak kepala dua, saya jadi merasa malu sendiri kalau masalah yang dulu pernah diajarkan dibangku sekolah sekarang ketika dibutuhkan malah saya jadi "nol putul". Jadi sekarang saya putuskan untuk berbagi ilmu juga masalah ini,
Damaiku Malam Tadi
Kebahagiaan itu bukan sumber dari segala aspek kehidupan.
Terkadang aku takut kebahagiaan yang berlebih menghampiriku
Ketika gelimang harta dunia memenuhi brangkas2 rumahku.
Aku takut jika aku lupa bershodaqoh
Aku takut jika aku jarang berinfaq
Terkadang aku takut kebahagiaan yang berlebih menghampiriku
Ketika gelimang harta dunia memenuhi brangkas2 rumahku.
Aku takut jika aku lupa bershodaqoh
Aku takut jika aku jarang berinfaq
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Copyright by Catatan Aica. Powered by Blogger.

