Flying Cute Baby Blue Butterfly

This is My Journey with an Angel

Anyone ever fell has a guardian angel??? Just like me! Read my journey with an angel,
Ya, tanggal 20 februari 2011 yang memang bukan hari special seperti hari kasih sayang kemarin, 14 februari. Tapi buat saya setiap hari adalah hari special yang membuat saya selalu merasa melalui jalan hidup yang begitu sempurna untuk dinikmati. Hari ini sepertinya ada yang membuat saya menjadi perempuan paling beruntung di dunia, bukan karena saya menang lotre 1000$, bukan juga saya di kandidatkan menjadi pengganti Ratu Elizabeth II atau menjadi pengganti Kate Middleton, tunangan Pangeran William, tapi hari ini saya baru saja menyadari Allah telah mengirimkan malaikatnya untuk saya melalui seorang perantara.
Awalnya sikap malaikat(seseorang yang menjadi perantara saya) ini saya kira hanya di awal saja, namun lama-kelamaan saya yakin dia memang memikat hati saya. Dia begitu senang berbagi dengan sesamanya, ya dia suka bersedekah. Tak pernah sekali pun saya melihat dia eman (dalam bahasa jawa berarti sayang dengan barangnya) dengan apa yang dia kasih. Apalagi kalau dia lihat seseorang yang sudah sangat tua, dan masih menjajakan barang dagangannya, sudah sangat pasti dia memberikan berapapun yang ada di kantongnya, jika sekiranya masih kurang, pasti menambahnya dengan yang ada di dompet coklatnya.
Hari ini, saya bertemu dengannya. Kami memutuskan untuk sarapan nasi pecel,yang kata dia sih paling enak di Surabaya. Ketika kami  datang ke tempat itu sih memang cukup rame pengunjung yang mengantri untuk membeli pecel “Bu Joyo”.
Lalu kami ikhlaskan saja untuk mengantri sejenak. Kami memesan 2 bungkus nasi pecel. Saya pikir saya tidak akan menghabiskan nasi itu karena memang cukup banyak untuk porsi makan saya. Kami makan satu bungkus berdua, dan itu pun kami makan di foodcourt sebuah mall di daerah surabaya, ironisnya karena kami tidak merencakan ini sebelumnya, alhasil kami makan tanpa alat bantu, tanpa sendok dan itu berarti hanya dengan tangan. Niat ke mall hanya untuk numpang tempat untuk makan, setelah pecel kami habis kami pun pulang dengan satu bungkus pecel masih tersisa. Lalu dia berbisik ” nanti ini kasih orang aja”, saya pun hanya mengangguk dengan perasaan senang, karena dia masih sama seperti saat kami bertemu kali pertama. Lanjut cerita ketika kami akan keluar dari mall itu, sebelum pintu keluar ada sebuah tenant yang bertuliskan “paket ultah Rp 5000″ , dan saya lihat ada beberapa bungkusan yang isinya bermacam-macam snack di dalamnya. Tiba-tiba dia menarik tangan saya, dan menawari saya bungkusan snack itu. Saya pun berkata ” belio wong suka njajan gitu (beli aja kan suka jajan)”, lalu dia tersenyum kecil. Akhirnya dia membeli dua bungkusan, 5 detik setelah kembalian diberikan oleh mbak penjualnya, lalu dia memberi mbak itu Rp 5000 lagi dan tentu saja dengan mengambil satu buah bungkusan snack itu lagi. Jadilah kami membawa 3 buah bungkusan snack.
Ketika kami akan ke parkiran, dia mengatakan sesuatu lagi yang benar-benar tak saya duga sebelumnya,”nanti itu kasih ke anak-anak dijalan yang kasian ya, semuanya.” Sekali lagi saya dikagetkan dengan niat mulianya itu. Kami pun mulai melakukan perjalanan menuju tempat tujuan kami kedua, ke sebuah mall di daerah Surabaya timur. Di tengah perjalanan kami, terlihat ada seorang anak kecil di pinggir jalan sedang tidur-tiduran di sebuah tikar sebagai alas trotoar dengan di temani seorang bapak yang duduk di kursi di belakang rombong(dalam bahasa jawa berarti gerobak) es-nya. Tiba-tiba dia berhenti dan menyuruh saya memberi satu bungkusan snack tadi, saya pun menurutinya.
Perjalanan kami belum berakhir, kami terus berjalan dengan motornya. Lalu di sebuah pinggiran sungai kami lihat ada seorang bapak-bapak yang membawa karung tengah menengok ke kanan kirinya, seperti sedang mencari sesuatu. Ya memang benar dia seorang pemulung. Tak salah lagi pun memberi bungkus nasi pecel kami yang memang kami sisakan untuk mereka. Kemudian kami sampai ke mall, disana cukup banyak anak kecil disepanjang halaman depan mall. Kami temukan satu anak laki-laki memegang koran, dan seorang anak perempuan masih kecil sekali sedang tertidur pulas sepertinya. Kami pun memberinya satu bungkusan snack. Lalu tak lama setelah itu, kami menyusuri jalan kecil yang bisa kami lewati untuk menuju pusat handphone terbesar di surabaya. Kami lihat ada anak perempuan juga tertidur nyenyak,masih kecil pula. Dia menyuruh saya memberi bungkusan snack, dan otomatis saya harus bangunkan karena kalau tidak bungkusan itu diambil orang yang usil. Tapi tak sampai saya membangunkan, tiba-tiba datang seorang anak kecil perempuan yang tengah menangis meminta bungkusan itu. Karena si adek kecil yang sedang tidur itu belum juga terbangun, akhirnya kami berikan bungkusan itu pada anak kecil yang menangis memintanya. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kami ke mall sebelah. Namun saat berjalan pulang melewati jalan kecil yang sama, kami melihat adek kecil yang tadi pertama kami lewati sedang tidur sekarang tengah menangis di samping seorang anak laki-laki, mungkin kakaknya. Dia(malaikat saya)merasa sangat kasian, dan dia mulai mengambil lembaran Rp 50 ribuan dan diberinya pada si kakak karena sang adek masih terus menangis ketika kami datang.
Dan itu lah pengalaman saya hari ini, yang saya pikir benar-benar meyakinkan saya bahwa dia adalah malaikat yang dikirim Allah untuk membuka hati saya tentang berbagi dengan sesama. Dan yang lebih membahagiakan dia adalah kekasih hati saya yang selama satu tahun lebih bersama saya. Saya tak berhenti bersyukur dari dulu hingga hari ini karena mendapat seorang penuntun hidup yang suka berbagi. Dia seolah-olah mengajarkan saya untuk tidak lupa berbagi pada mereka-mereka yang masih kekurangan. Dia selalu bilang pada saya,” sedekah itu bener-bener memuaskan loh. aku selalu dapet berkah waktu aku abis sedekah. Ketika kamu melihat senyum mereka ketika kita bantu, ada satu kepuasaan tersendiri ketika kamu bisa membantu mereka. Jangan takut kehabisan uang, rejeki itu sudah di atur sama Allah.” Itu yang membuat saya hari ini lebih menghargai hidup yang sudah sangat membahagiakan ini, kita hidup berkecukupan, tapi jangan pernah lupakan mereka-mereka yang kekurangan. Jangan menggangap rendah pada mereka-mereka yang tengah menengadahkan uang, atau sekedar menjajakan dagangan mereka, itu kehidupan mereka yang harus kita jadikan pelajaran hidup, dan jadikan mereka guru hidup bagi kita semua.
Mungkin bagi kawan-kawan semua ini adalah suatu hal kecil, tapi bagi saya ini pelajaran berharga yang tak bisa saya rasakan jika saya tak bisa mendapat praktek langsung di kehidupan nyatanya seperti bersama dia, kekasih hati saya yang sangat saya kagumi sifat berbagi”nya”.
Terima kasih Tuhan untuk malaikat kirimanmu.
Akan ku jaga malaikatMu dengan keikhlasan dan cinta. Amin

Taken from my others writings

2 comments :

Sang Pelangi said...

Terhatu banget bacanya... :'(
Semoga dapet seseorang sebaik dia... Amien... :-)

Neng Ica said...

Semangat ajooek!!!
Semoga dapet yang terbaik ya..
Makasi udah mampir looh ;)

Post a Comment

Comment yuuk

Copyright by Catatan Aica. Powered by Blogger.