Yah kadang memang selalu ada kata maaf untuk sebuah kesalahan. Tapi bagaimana ketika suatu pembelaan tak digubris bahkan terkesan diremehkan? Bagaimanapun posisinya, entah dari perspektif mana mata kita melihat, pembelaan diri atas perilaku-perilaku kita butuh untuk kita ajukan. Namun kita juga harus pintar memilah mana keadaan yang layak untuk dibuatkan suatu pembelaan. Ketika kita diruang sidang yang isinya jaksa, hakim, dan kuasa hukum serta antek-anteknya, mulut kita seakan terkunci rapat selaku terdakwa. Karena beberapa faktor yang membuat keadaan menikam kita, misalnya kita seolah menjadi tertuduh paling layak, atau
Letter for you, my dear
Since our first sigh,
i have no feeling that now you will be the one who becomes very special for me.
Before i published it, i trusted my self that every one has their own right to wrote something
and showed their expression, whether it's just a feeling.
This is for you, beb
i have no feeling that now you will be the one who becomes very special for me.
Before i published it, i trusted my self that every one has their own right to wrote something
and showed their expression, whether it's just a feeling.
This is for you, beb
"status " dari seorang Ibu
Tulis seorang ibu dalam status jejaring sosialnya," Hidup ini penuh rintangan barang siapa melaluinya dengan sabar akan mendapatkan hasil yang berlimpah " , mungkin itu sebuah idiom yang cukup punya meaning dari berjuta yang ada di dunia ini. Seorang ibu dari sebuah keluarga yang sangat ku kenal ini, seorang ibu seperti pada umumnya. Suami, anak-anak, dan keluarga sederhana yang kaya cinta. Yang ku kenal beliau belum cukup "canggih" untuk sekedar mengupdate sebuah status berisi kata-kata yang mungkin ditujukan untuk anak-anaknya atau mungkin untuk dirinya sendiri bahkan untuk sang suami tercinta. Entah apa yang terjadi saat itu, ketika status itu tiba-tiba terpampang di urutan postingannya.
Malam itu
Walau benih ragumu masih selimuti bilik hatimu
Tak pernah ku sesali mencintaimu seperseribu detikpun
Suara lirihku mungkin kelam terhalang bising jalanan kota
Namun cintaku tak akan surut terkikis erosi putaran waktu
Aku mencintaimu ikhlas.
Tak pernah ku sesali mencintaimu seperseribu detikpun
Suara lirihku mungkin kelam terhalang bising jalanan kota
Namun cintaku tak akan surut terkikis erosi putaran waktu
Aku mencintaimu ikhlas.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Copyright by Catatan Aica. Powered by Blogger.

