Flying Cute Baby Blue Butterfly

Kisah gas beracun di minimarket ternama

                 Si adik kecilku, Jennar , yang tengah duduk di bangku TK masih saja terlihat menggemaskan bagiku. Bagaimana tidak, tingkahnya yang aneh-aneh, banyak memaksa ini itu, menangis kalau tidak ada yang mendengarkan "ocehan"nya, mengamuk sejadi-jadinya kalau acara TV kesukaannya berganti channel ke acara berita atau TV show yang sering kulihat, dan masih banyak lagi tingkah lucunya.
Anehnya, disaat dia menangis, itulah puncak paling menggemaskan buatku. hehehe *aneh tapi yakin ini realita.
              Dia kalau sudah nangis, semua barang ditendang-tendang, sampai kadang ketika yang ditendang keliru, malah si kaki kecilnya yang sakit, malah sejadi-jadinya dia menangis. Hahaha tak pernah habis cerita ku kalau yang ku bicarakan adalah si adek bungsuku, Jennar.
Ini ada kejadian lucu , yang mengundang tawa ngakak.

Suntikan di Kala Semangat Meredup | Original Post

Ini hasil copas saya dari link ini.
Coba saya beberkan disini saja ya biar semuanya bisa baca disini ya.


Antara Kami,Mereka Dan Anda
by Hanief Iksa Putra on Tuesday, January 17, 2012 at 7:11pm


Ketika Kami Sibuk Memikirkan 1 tahun kedepan 10 tahun kedepan 20 tahun kedepan.

Anda sedang Asik Bermain" bercanda ria dan berHura"

Ketika kami bekerja hingga larut malam.

anda sedang tidur nyeyak dan bermimpi Indah.

Ketika Kami memikirkan apa yang dapat kami lakukan agar lbh baik lagi.

Dear Sad Wednesday

Hahahaha
Dear Sad Wednesday
I don't know what exactly happen with this day or yesterday and soon !!!
OH MY GOD !!!
It's annoying me so badly!
Hello morning,
Could you bring any happiness in the following day for me ?
i wish

[Buku Baru] Guru Kematianku

New book about the teacher of death
Guru Kematianku


Penulis : Aridha Prassetya
Penyunting : Aridha Prassetya
Tata Letak : Dani Ardiansyah
Cover : Indie-Publishing.com
Ukuran : xv + 111 hlm; 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 38.000



Aku bagai makan buah simalakama ketika mereka “sempat” berselisih, namun yang membuat aku bersyukur adalah kedua almarhum mempercayai aku untuk menjadi tempat mencurahkan segala macam kegelisahan sekaligus kebahagiaanya. Dalam diam, aku berusaha menggali dan menggali “ilmu” yang dimiliki kedua ibu bapakku. Tak ada sekolah formal, namun ajaran yang diberikan kepadaku begitu baik dan indah… Ibu bapakku, bukan hanya mengajari aku bagaimana menjadi ibu bagi “anak-anak”ku, tetapi jauh dari itu, mereka mengajariku bagaimana seharusnya MENJADI ANAK yang mau mengerti orang tua..

Copyright by Catatan Aica. Powered by Blogger.